Keterlambatan Pekerjaan Konstruksi dan Faktor Penyebabnya

Seperti yang kita semua sudah ketahui, proyek konstruksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suatu bangunan atau infrastruktur yang berdaya guna. Pelaksanaan proyek konstruksi Tentu saja tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Semuanya harus dilakukan berdasarkan perhitungan yang matang dan melibatkan berbagai ahli yang kompeten.

Proyek konstruksi sendiri akan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu alias memiliki waktu pengerjaan yang terbatas, dengan memanfaatkan sumberdaya tertentu, guna mencapai hasil yang diinginkan.

Proyek konstruksi sendiri juga melibatkan berbagai pihak terkait. Contohnya saja adalah kontraktor atau pihak pelaksana, owner atau pemilik proyek, hingga konsultan dan para pekerjanya.

Keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi sendiri ditentukan dari ketepatan waktu penyelesaian, hingga mutu yang dihasilkan dan ditetapkan sebelumnya dalam dokumen kontrak.

Namun, meskipun suatu proyek konstruksi telah direncanakan dan dilaksanakan sedemikian rupa. Masih ada banyak sekali keterlambatan pekerjaan konstruksi yang kerap terjadi dalam. Hal ini sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor internal hingga faktor eksternal.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas tentang keterlambatan pekerjaan konstruksi berdasarkan jenis dan penyebabnya. Yuk, simak penjelasannya pada ulasan di bawah ini!

Keterlambatan Pekerjaan Konstruksi

Beberapa tolok ukur penting yang kerap dijadikan sebagai target keberhasilan suatu proyek sendiri merupakan kesesuaian jadwal, anggaran, dan mutu. Ketiga aspek ini bahkan menjadi prioritas pada kontraktor.

Pengerjaan proyek yang melenceng dari perencanaan akan mengakibatkan keterlambatan proyek. Keterlambatan proyek ini tentu saja akan merugikan banyak pihak. Baik itu pihak perusahaan kontraktor sebagai pihak penyedia jasa. Beserta pihak owner sebagai pengguna jasa dan pemilik proyek.

Bagi kontraktor, keterlambatan proyek akan mengakibatkan pembengkakan biaya dan dapat menurunkan kredibilitas kontraktor di masa mendatang. Kinerja kontraktor tersebut akan dicap buruk, dan pada akhirnya kontraktor tersebut akan lebih kesulitan mendapatkan proyek yang selanjutnya.

Sementara itu, bagi pemilik proyek. Keterlambatan pekerjaan konstruksi tentunya akan membuat pihak owner harus menunda beberapa agenda yang telah disiapkan sebelumnya. Dan hal ini akan semakin rumit ketika hasil proyek (infrastruktur) tersebut akan segera diresmikan atau segara digunakan.

Jenis Keterlambatan Pekerjaan Konstruksi

Sebagai seseorang yang bekerja atau mendalami bidang konstruksi. Tentunya, kamu harus memahami beberapa jenis keterlambatan pekerjaan konstruksi, bukan?

Menurut Kraiem dan Dickman (seperti yang dikutip dari Wahyudi, 2006) ada 3 jenis keterlambatan proyek yakni :

  • Non Excusable Delays : keterlambatan yang tidak dapat dimaafkan. Jenis keterlambatan satu ini dapat diakibatkan oleh tindakan, kesalahan, dan kelalaian dari kontraktor.
  • Excusable Delays : keterlambatan yang dapat dimaafkan. Jenis keterlambatan pekerjaan konstruksi yang satu ini biasanya disebabkan oleh kejadian-kejadian khusus yang berada di luar kendali kontraktor atau pemilik proyek.
  • Compensable Delays : keterlambatan yang layak untuk mendapat ganti rugi atau kompensasi. Jenis keterlambatan proyek konstruksi yang ketiga ini diakibatkan oleh tindakan, kesalahan, dan kelalaian pemilik proyek atau owner. Dalam kasus ini, biasanya pihak kontraktor akan mendapatkan kompensasi. Kompensasi tersebut bisa berupa perpanjangan waktu pengerjaan proyek ataupun kompensasi biaya untuk meneruskan operasional konstruksi.

Faktor Penyebab Keterlambatan Pekerjaan Konstruksi

Ketiga jenis keterlambatan diatas dipicu oleh berbagai faktor. Nah, ini dia faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi berdasarkan jenisnya :

Non Excusable Delays : keterlambatan yang tidak dapat dimaafkan

Jenis keterlambatan satu ini dapat disebabkan oleh :

  • Masalah identifikasi, waktu, hingga rencana kerja yang kurang lengkap dan tidak tersusun dengan baik. Proses identifikasi ini merupakan langkah dasar atau langkah awal yang akan mempengaruhi proyek secara keseluruhan. Identifikasi yang salah dari pihak kontraktor tentunya akan membuat proses konstruksi menjadi terhambat.
  • Perencanaan jumlah tenaga kerja yang tidak tetap. Tiap tahapan proyek konstruksi tentunya harus dikerjakan oleh tenaga kerja dengan spesifikasi dan jumlah yang pas. Kesalahan perhitungan jumlah tenaga kerja tentu akan mempengaruhi durasi pengerjaan proyek. Contoh, kekurangan tenaga kerja tentu akan membuat proses pelaksanaan proyek jadi molor. Sebaliknya, jumlah tenaga kerja yang berlebihan justru akan membuat sistem kerja kurang efisien dan efektif. Serta akan membuat biayanya jadi lebih bengkak.
  • Kualitas tenaga kerja yang kurang baik atau tidak kompeten. Karena itulah, penting sekali agar perusahaan kontraktor memilih tenaga kerja yang handal dan berpengalaman.
  • Adanya keterlambatan pengiriman alat dan material konstruksi.
  • Jenis peralatan proyek yang tersedia ternyata tak sesuai dengan kebutuhan pengerjaan proyek.
  • Adanya mobilisasi sumber daya yang lambat.
  • Kualitas pengerjaan proyek yang buruk, sehingga kontraktor harus mengulang lebih banyak bagian pekerjaan karena adanya cacat atau kesalahan. Hal ini tentunya akan menambah waktu pengerjaan proyek.
  • Adanya masalah finansial karena perputaran arus kas tidak lancar.
  • Kontraktor kurang berpengalaman.
  • Adanya komunikasi dan koordinasi yang buruk antar tim/departemen dalam perusahaan kontraktor.
  • Kesalahan/ketidaktepatan pemilihan metode atau teknik konstruksi. Alhasil pekerjaan jadi terhambat.
  • Adanya kecelakaan kerja akibat kurangnya penerapan protokol keselamatan kerja di lokasi konstruksi.

Excusable Delays : keterlambatan yang dapat dimaafkan

Keterlambatan pekerjaan konstruksi sendiri dapat disebabkan oleh :

  • Hal-hal tidak terduga lainnya yang tidak dapat diprediksi. Contohnya saja adalah terjadinya bencana alam dan cuaca buruk.
  • Lingkungan sosial politik yang tidak stabil. Seperti adanya kerusuhan, perang, atau keadaan sosial yang buruk di sekitar lingkungan konstruksi.
  • Adanya respon negatif dari masyarakat sekitar. Seperti melakukan demo di sekitar lokasi konstruksi, hal ini akan membuat pengerjaan proyek berhenti sesaat dan pada akhirnya dapat menyebabkan jadwal pelaksanaan proyek jadi mundur.

Compensable Delays : keterlambatan yang layak untuk mendapat ganti rugi atau kompensasi

Beberapa jenis faktor penyebab keterlambatan pekerjaan konstruksi yang termasuk dalam jenis ini adalah :

  • Adanya penetapan jadwal proyek yang terlalu ketat. Deadline pengerjaan proyek yang terlalu mepet kadang menimbulkan tekanan lebih pada para kontraktor. Ahlasil, akan timbul lebih banyak kesalahan yang membutuhkan perbaikan sehingga durasi pekerjaan jadi lebih lama.
  • Persetujuan izin kerja yang lama.
  • Adanya perubahan detail konstruksi atas permintaan pemilik proyek. Hal ini tentunya akan mengakibatkan bongkar ulang yang akan memakan lebih banyak waktu.
  • Adanya penundaan pekerjaan akibat kondisi keuangan pemilik yang kurang stabil.
  • Keterlambatan penyediaan material konstruksi oleh pemilik proyek.
  • Pemilik proyek kekurangan dana sehingga membuat proyek jadi mandek.
  • Sistem pembayaran oleh pemilik proyek/owner kepada kontraktor yang tidak sesuai kontrak. Hal ini akan mempengaruhi aliran dana proyek, hingga membuat proses pengerjaan proyek jadi tersendat.
  • Control pekerjaan yang dinilai terlalu birokratis pada pihak kontraktor. Hal ini tentunya akan membuat kerja kontraktor jadi lebih terbatas. Sehingga akan menyebabkan pekerjaan proyek konstruksi jadi terhambat.

Nah, itulah beberapa faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan pekerjaan konstruksi. Setelah mengetahui faktor-faktor penyebabnya, maka para pihak yang terlibat dalam proyek tersebut bisa meminimalisir potensi terjadinya penyebab tersebut atau setidaknya meminimalisir dampaknya (apabila faktor penyebabnya berada di luar kendali).